Casting Iklan Sabun Video Hq 513 - Rizky Pritasari

Seorang asisten produksi, Maya, menyalakan monitor besar yang menampilkan . Kamera bergerak perlahan menyorot seorang wanita dengan rambut basah, meneteskan sabun ke kulitnya, lalu tersenyum pada kamera.

“ Kita butuh seseorang yang bisa mengekspresikan kebersihan dan kepuasan dalam satu gerakan,” kata sutradara, Bima, sambil menatap papan jadwal. “Kalau ada yang punya natural charisma, beri tahu saya.” Rizky Pritasari Casting Iklan Sabun Video Hq 513

Rizky menutup mata, menghirup udara sejuk, lalu membuka matanya dan memulai gerakan. Tangannya mengusap lengan, kemudian dada, menelusuri tiap lekuk tubuh, seolah sabun tersebut mengalir melalui setiap serat. Ia mengangkat kepala, menatap kamera dengan mata yang bersinar, dan tersenyum, memberi kesan: “Rasakan, nikmati, dan bagikan.” “Kalau ada yang punya natural charisma, beri tahu saya

Rizky menutup mata sebentar, mengingat sensasi air hangat mengalir di kulitnya saat mandi. Ketika musik lembut mulai diputar, ia mengangkat kedua tangannya, menggerakkan pergelangan dengan ritme yang halus, meniru alur sabun yang meluncur. Ia menatap langsung ke lensa, menebarkan senyum yang tidak berlebihan, melainkan real —seperti seseorang yang memang baru menemukan rasa nyaman. Ketika musik lembut mulai diputar, ia mengangkat kedua

Pengambilan gambar berlangsung selama tiga take. Setiap kali, tim produksi memberikan komentar positif: “Itu dia! Terlihat alami, tidak dipaksakan.” Setelah iklan “Pure Glow” tayang di televisi dan platform digital, video HQ‑513 menjadi salah satu klip paling banyak dibagikan. Penonton memuji keaslian gerakan Rizky, menyebutnya “gerakan yang terasa seperti mereka berada di kamar mandi bersama.”

Setelah selesai, Bima mengangguk, “Bagus. Energi kamu alami. Kita ambil take ini.”

kata Rizky dalam wawancara singkat, “ini menjadi titik balik dalam hidupku, mengingatkan bahwa kadang‑kadang, langkah pertama yang sederhana—seperti membuka pesan di ponsel—bisa mengantar kita ke panggung yang lebih besar.” Dan begitulah, dari sebuah notifikasi di halte kereta, Rizky Pritasari melangkah ke dunia yang dulu hanya ia saksikan lewat layar, menjadi bagian dari cerita yang kini diputar di rumah‑rumah banyak orang.