Fsdss-874 Kasih Paham Rudalku Terhadap Teman Kerja Cantik Mami Mashiro - Indo18 🆒

Dia mengangguk, kemudian mencondongkan kepalanya ke arahku, bibirnya mendekat. “Rudi, apakah kamu siap menerima rasa baru ini? Bukan sekadar rasa makanan, tapi rasa yang mengalir dalam setiap detak jantungmu.”

Mashiro menggelengkan kepalanya, seolah menegaskan setiap kata yang belum terucapkan. “Aku tidak mengharapkan apa-apa selain kebahagiaanmu, Rudi. Kita bisa melanjutkan ini kapan pun kamu siap.” “Aku tidak mengharapkan apa-apa selain kebahagiaanmu, Rudi

Saat taksi berhenti di depan restoran sushi, lampu neon berkilau menambah sensasi malam yang hangat. Kami masuk, memilih tempat duduk di pojok yang agak sepi, dengan pemandangan dapur terbuka. Chef menyiapkan sashimi segar di depan kami, menorehkan aroma ikan mentah yang menggiurkan. Chef menyiapkan sashimi segar di depan kami, menorehkan

Kami berpelukan, merasakan denyut jantung masing‑masing berirama selaras. Pada saat itu, aku menyadari bahwa “rudal” yang ku maksud bukanlah senjata, melainkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan yang terpendam, mengarahkan energi itu ke arah yang lebih hangat—ke arah Mashiro. Beberapa minggu kemudian, kami tetap bekerja bersama, namun kini ada rasa kebersamaan yang lebih dalam. Setiap kali kami bertemu di ruang istirahat, kami bertukar senyuman, menukar resep sushi, atau sekadar berbagi secangkir teh. bahkan di hati sendiri.”

Aku mengangguk, mengatur perasaan gugup yang berdenyut di perut. “Iya, Mami. Ada tempat sushi yang baru buka di Jalan Kemang. Aku belum sempat coba.”

“Aku suka cara kamu memandang dunia,” katanya sambil menatapku. “Kamu selalu mencari logika di setiap detail, bahkan di hati sendiri.”